KONSEP
DASAR MATEMATIKA 1
TUGAS
KELOMPOK
(BILANGAN ASLI, BILANGAN
CACAH, BILANGAN BULAT, BILANGAN KOMPLEKS)

Di
Susun Oleh Kel. 2
Kelas
: 1.E
Zaky Faisal (1286206341)
Anika Syahfrilia (1286206367)
Dian Putri Rachmawati (1286206343)
Kurinia Anggi Wardianty (1286206232)
Mia Agustin (1286206223)
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH TANGERANG
Kata Pengantar
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah
SWT karena dengan limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya penulis dapat
menyelesaikan makalah ini.
makalah ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Tugas
yang diberikan oleh dosen mata kuliah KONSEP DASAR
MATEMATIKA. .Dalam menyelesaikan makalah ini, penulis tidak terlepas dari bimbingan serta bantuan dari berbagai pihak
terutama kepada yang terhormat :
1.
Ibu Yenni,M.Pd selaku dosen pembimbing yang telah memberikan
bimbingan,arahan sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
2. Rekan-rekan sesama mahasiswa
3.
Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu
Penulis
menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna dan
masih banyak kekurangan, walau demikian penulis berharap laporan ini dapat
bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca. Dalam menyusun
laporan ini tidak sedikit hambatan dan kesulitan yang penulis hadapi namun
demikian berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Alhamdulillah
hambatan dan kesulitan tersebut dapat diatasi. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan.
Tangerang, 13 Oktober 2012
Penulis
Daftar Isi
Kata
Pengantar …………………………………………………………………
Daftar
Isi …………………………………………………………………
Pendahuluan …………………………………………………………………
1. Bilangan ………………………………………………………………..
2. Bilangan
bulat ………………………………………………………………..
3. KPK dan
FPB ………………………………………………………………...
PENDAHULUAN
Matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang logika berpikir dan
bernalar. Oleh karena itu matematika digunakan sebagai alat bantu untuk
mengatasi masalah-masalah pada bidang lainnya, sehingga matematika mempunyai
peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan belajar matematika,
diharapkan mampu berfikir logis dan sistematis, serta dapat mengatasi
masalahnya sehari-hari. Tetapi kenyataannya suguh memprihatinkan, hal ini bias
dilihat dari hasil ujian siswa dari tahun ke tahun.
Sebenarnya belajar matematika itu mudah, dan tidak begitu sulit. Asalkan
kita menganggap matematika pelajaran yang menyenangkan, kemudian rajin
mengerjakan soal-soal latihan, serta menghapal dan menerapkan rumus-rumus dalam
memecahkan masalah-masalah matematika.
BILANGAN
v BILANGAN DAN LAMBANGNYA
Lambang bilangan
|
Nama Bilangan
|
10
25
98
100
108
640
3.007
5.069
15.673
|
Sepuluh
Dua Puluh Lima
Sembilan Puluh Delapan
Seratus
Seratus Delapan
Enam Ratus empat puluh
Tiga ribu tujuh
Lima ribu enam puluh sembulan
Lima belas ribu enam ratus tujuh puluh tiga
|
OPERASI HITUNG BILANGAN
1. Penjumlahan
2. Pengurangan
3. Perkalian
4. Pembagian
A.
BILANGAN
BULAT
Macam-macam bilangan :
a) Bilangan
asli = (1,2,3,4, …….)
b) Bilangan
cacah = (0,1,2,3,
……..)
c) Bilangan
prima =
(2,3,5,7,11, ….)
d) Bilangan
bulat = (…..,
-3,-2,-1,0,1,2,3, ….)
Keterangan :
·
Bilangan asli adalah bilangan yang dimulai dari angka
1
·
Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai dari angka
0
·
Bilangan prima adalalah bilangan yang mempunyai tepat
2 faktor yaitu : bilangan itu sendiri dan bilangan 1.
Contoh :
1 = 1 x 1, bukan
bilangan prima karena mempunyai 1 faktor.
2 = 1 x 2. Bilangan
prima, karena mempunyai 2 faktor yaitu 1 dan 2.
3 = 1 x 3. Bilangan
prima, karena mempunyai 2 faktor yaitu 1 dan 3.
4 = 1 x 4, bukan
bilangan prima, karena mempunyai 3 faktor yaitu 1, 2, dan 4.
8 = 1 x 8, bukan
bilangan prima, karena mempunyai 4 faktor yaitu 1, 2, 4, dan 8
= 2 x 4
·
Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari
bilangan positif, negative dan bilangan netral (0).
Contoh:
2
x 3 akan menghasilkan 6 dimana 2 adalah bilangan bulat, 3 adalah bilangan bulat
dan 6 adalah bilangan bulat.
2
– 3 akan menghasilkan -1 dengan -1 adalah bilangan bulat negative
2
+ 3 akan menghasilkan 5 dengan 5 adalah bilangan bulat positif.
B.
Letak Bilangan Bulat pada Garis
Bilangan
Pada garis bilangan, letak bilangan
bulat dapat dinyatakan sebagai berikut.
Pada garis
bilangan di atas, bilangan 1, 2, 3, 4, 5, … disebut bilangan bulat positif,
sedangkan bilangan –1, –2, –3, –4, –5, … disebut bilangan bulat negatif.
Bilangan bulat positif terletak di sebelah kanan nol, sedangkan bilangan bulat
negatif terletak di sebelah kiri nol.
Perhatikan
garis bilangan di atas. Pada garis bilangan tersebut, makin ke kanan letak
bilangan, makin besar nilainya. Sebaliknya, makin ke kiri letak bilangan, makin
kecil nilainya. Sehingga dapat dikatakan bahwa untuk setiap p, q bilangan bulat
berlaku
a. jika p terletak di sebelah kanan q maka p > q;
a. jika p terletak di sebelah kanan q maka p > q;
b. jika p
terletak di sebelah kiri q maka p < q.
C.
Penjumlahan
dan Pengurangan Bilangan Bulat
a.
Penjumlahan
Penjumlahan
dua bilangan bulat bertanda sama, Pengerjaannya sama seperti penjumlahan pada
bilangan cacah.
Contoh:
1.
32 + 54 = 86 (kedua bilangan bertanda positif, hasilnya
bilangan positif)
2.
-24 + (-35) = -(24+35) = -59 (kedua bilangan bertanda
negatif, hasilnya bilangan negatif)
Penjumlahan
dua bilangan berbeda tanda, berarti mengurangi bilangan yang lebih besar dengan
bilangan yang lebih kecil. Tanda pada hasil penjumlahan sama dengan tanda pada
bilangan yang lebih besar.
Contoh:
1.
38 + (-50) = - (50 – 38) = -12 karena 50 > 38, maka
tanda pada hasil sama dengan pada bilangan 50, yaitu negatif)
2.
-26 + 78 = 78 – 26 = 52 (karena 78 > 26, maka tanda
pada hasil sama dengan tanda pada bilangan 78, yaitu positif)
b.
Pengurangan
Hasil
pengurangan dua bilangan bulat dapat ditentukan dengan cara menjumlahkan
bilangan yang dikurangi dengan lawan bilangan pengurangannya.
Contoh:
1.
34 – (-15) = 34 + 15 = 49 (lawan dari -15 adalah 15)
2.
-45 – (-21) = -45 + 21 = -(45 – 21) = -24 (lawan dari
-21 adalah 21)
D. Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat.
a.
Perkalian
Hasil perkalian pada bilangan bulat dapat ditentukan dengan cara yang
sama seperti perkalian pada bilangan cacah. Yang harus diperhatikan adalah
tanda pada hasil perkalian, yaitu untuk perkalian bilangan bertanda sama
hasilnya adalah bilangan bertanda positif. Jika berbeda tanda, hasilnya adalah
bilangan bertanda negatif.
Contoh:
1.
43 x 2 = 86 ( kedua bilangan bertanda sama, hasilnya
positif)
2.
-25 x (-4) = 100 ( kedua bilangan bertanda sama,
hasilnya negatif)
3.
40 x (-3) = -120 (kedua bilangan berbeda tanda,
hasilnya negatif)
b.
Pembagian
Seperti pada perkalian, hasil pembagian pada bilangan bulat dapat
ditentukan dengan cara yang sama dengan pembagian pada bilangan cacah. Tanda
pada hasil pembagian dua bilangan bertanda sama adalah positif, sedangkan untuk
bilangan berbeda tanda adalah negatif.
Contoh:
1.
35 : 5 = 7 (kedua bilangan bertanda sama, hasilnya
positif)
2.
-40 : (-8) = 5 ( kedua bilangan bertanda sama, hasilnya
positif)
3.
-60 : 6 = -10 ( kedua bilangan berbeda tanda, hasilnya
negatif)
E. SIFAT-SIFAT OPERASI HITUNG
1.
Sifat Komutatif (Pertukaran)
ü
A x B = B x A
ü
A + B = B + A
Contoh :
ü
6 + 4 = 4 + 6 = 10
ü
7 x 8 = 8
x 7 = 56
2.
Sifat Asosiatif ( Pengelompokan)
ü
A + ( B + C ) = ( A + B ) + C
ü
A x ( B x C ) = ( A x B ) x C
Contoh :
ü
4 + ( 5 + 6 ) = ( 4 + 5 ) + 6 = 15
ü
7 x ( 8 x 9 ) = ( 7 x 8 ) x 9 = 504
3.
Sifat distributive ( Penyebaran )
ü
A x ( B + C ) = ( A x B ) + ( A x C )
ü
A x ( B – C ) = ( A x B ) – ( A x C )
Contoh :
ü
5 x ( 6 + 7 ) = ( 5 x 6 ) + ( 5 x 7 ) = 65
ü
8 x ( 9 – 5 ) = ( 8 x 9 ) – ( 8 x 5 ) = 32
4.
Sifat identitas ( Elemen Netral )
ü
A + 0 = A
( 0 adalah unsure netral penjumlahan )
ü
A x 1 = A
( A adalah unsur netral dalam perkalian )
Contoh :
ü
8 + 0 = 8
ü
24 x 1 = 24
ü
( -234) x 1 = - 234
v
KPK dan FPB
A.
KELIPATAN SUATU BILANGAN
Bilangan yang diperoleh dengan cara mengalikan bilangan itu dengan
bilangan asli.
Contoh :
Himpunan bilangan kelipatan 3 = 3, 6, 9, 12, 15, ……………
Caranya yaitu :
a.
3 = 3 x 1
b.
6 = 3 x 2
c.
9 = 3 x 3
d.
12 = 3 x 4
Contoh :
Himpunan bilangan kelipatan 4
adalah ………
1, 4,
8, 12, 16,
20, ……
Contoh :
·
Himpunan bilangan kelipatan 5 = 5, 10, 15, 20,
………
·
Himpunan bilangan kelipatan 2 kurang dari 20 =
2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18.
·
Bilangan kelipatan 6 antara 20 dan 40 = 24, 30,
36
B.
KELIPATAN PERSEKUTUAN
Himpunan bilangan yang merupakan persekutuan dari bilangan yang satu
dengan bilangan lainnya.
Contoh :
1.
Tentukan bilangan kelipatan persekutuan dari 2 dan 3
kurang dari 30.
Jawab :
Bilangan kelipatan 2 kurang dari 30 = 2,4,6,8,10,12,14,16,18,20,22,24,26,28
Bilanan kelipatan 3 kurang dari 30 = 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27
Jadi bilangan kelipatan 2 dan 3 kurang dari 30 = 6, 12, 18, 24
2.
Tentukan bilangan kelipatan 5 dan 10 antara 30 dan 70
Jawab :
Bilangan kelipatan 5 antara 30 dan 70 = 35, 40, 45, 50, 55, 60
Bilangan kelipatan 10 antara 30 dan 70 = 40, 50, 60
Jadi bilangan kelipatan 5 dan 10 antara 30 dan 70 = 40, 50, 60
C.
KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL ( KPK )
Adalah bilangan terkecil dari himpunan kelipatan persekutuan.
Contoh :
1.
Tentukan KPK dari 6 dan 8
Jawab :
Bilangan kelipatan 6 = 6, 12, 18, 24, …..
Bilangan kelipatan 8 = 8, 16, 24, 32, ……
Jadi, KPK dari 6 dan 8 adalah 24
D.
FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB)
Adalah bilangan terbesar dari semua factor persekutuan.
Contoh :
1.
FPB dari 24 dan 36
Jawab :
Factor dari 24 = 1, 2, 3, 4, 6, 12, 24
Factor dari 36 = 1, 2, 3, 4, 6, 9, 12, 18, 36
Jadi, FPB dari 24 dan 36 adalah 12.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar